Jumat, 05 November 2010

Pemuda dan Sosialisasi

Pengertian Pemuda.

Secara hukum pemuda adalah manusia yang berusia 15 – 30 tahun, secara biologis yaitu manusia yang sudah mulai menunjukkan tanda-tanda kedewasaan seperti adanya perubahan fisik, dan secara agama adalah manusia yang sudah memasuki fase aqil baligh yang ditandai dengan mimpi basah bagi pria biasanya pada usia 11 – 15 tahun dan keluarnya darah haid bagi wanita biasanya saat usia 9 – 13 tahun.


Pemuda adalah suatu generasi yang dipundaknya terbebani berbagai macam – macam harapan, terutama dari generasi lainnya. Hal ini dapat dimengerti karena pemuda diharapkan sebagai generasi penerus, generasi yang akan melanjutkan perjuangan generasi sebelumnya, generasi yang mengisi dan melanjutkan estafet pembangunan.

Di dalam masyarakat, pemuda merupakan satu identitas yang potensial. Kedudukannya yang strategis sebagai penerus cita – cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan bangsanya.

Macam–macam pemuda dikaji dari perannya dalam masyarakat

1. Jenis pemuda urakan.

Yaitu pemuda yang tidak bermaksud untuk mengadakan perubahan–perubahan dalam masyarakat. Tidak ingin untuk mengadakan perubahan dalam kebudayaan, akan tetapi ingin kebebasan bagi dirinya sendiri, kebebasan untuk menentukan kehendak diri sendiri.

2. Jenis pemuda nakal

Pemuda-pemuda ini tidak ingin, tidak berminat dan tidak bermaksud untuk mengadakan perubahan dalam masyarakat ataupun kebudayaan, melainkan berusaha memperoleh manfaat dari masyarakat dengan menggunakan tindakan yang mereka anggap menguntungkan dirinya tetapi merugikan masyarakat.

3. Jenis Pemuda Radikal

Pemuda-pemuda radikal berkeinginan untuk mengadakan perubahan revolusioner. Mereka tidak puas, tidak bisa menerima kenyataan yang mereka hadapi dan oleh sebab itu mereka hadapi dan oleh sebab itu mereka berusaha baik secara lisan maupun tindakan rencana jangka panjang asal saja keadaan berubah sekarang juga.

4. Jenis Pemuda Sholeh

Pemuda yang dalam setiap tingkah lakunya sehari – hari selalu berpegang teguh terhadap agamanya. Melakukan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
[Mukhlish muchad Fuadi: 3rd Semester 2007]

Pengertian Sosialisasi.

Adalah proses yang membantu individu melalui belajar dan penyesuain diri , bagaimana bertindak dan berpikir agar dia dapat berperan dan berfungsi , baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat , terutama dalam keluarga.

Internalisasi Belajar dan Sosialisasi.

Internalisasi belajar dan Sosialisasi adalah Internalisasi adalah proses peresapan pengetahuan ke dalam pikiran. Dalam proses ini, pengetahuan eksplisit (kelihatan, biasanya dalam bentuk simbol dan kode) diubah ke dalam bentuk tasit (tak kelihatan). Contoh internalisasi adalah membaca buku, cetak maupun digital. Buku cetak tentu tak perlu dihadirkan dengan teknologi informasi. Sedangkan buku digital atau elektronik memerlukan teknologi informasi.

Proses Sosialisasi.

Ada 2 teori proses sosialisasi yang paling umum digunakan, yaitu teori Charles H. Cooley dan teori George Herbert Mead. Teori Charles H. Cooley lebih menekankan pada peran interaksi antar manusia yang akan menghasilkan konsep diri (self concept). Proses pembentukan konsep diri ini yang kemudian disebut Cooley sebagai looking-glass self terbagi menjadi tiga tahapan sebagai berikut.

1. Seorang anak membayangkan bagaimana dia di mata orang lain.
Seorang anak merasa dirinya sebagai anak yang paling hebat dan yang paling pintar karena sang anak memiliki prestasi dan sering menang di berbagai lomba.

2. Seorang anak membayangkan bagaimana orang lain menilainya.
Dengan perasaan bahwa dirinya hebat, anak membayangkan pandangan orang lain terhadap dirinya. Ia merasa orang lain selalu memujinya, selalu percaya pada tindakannya. Perasaan ini muncul akibat perlakuan orang lain terhadap dirinya. Misalnya, orang tua selalu memamerkan kepandaiannya.



3. Apa yang dirasakan anak akibat penilaian tersebut.
Penilaian yang positif pada diri seorang anak akan menimbulkan konsep diri yang positif pula.
 http://www.sekolahrumah.com/

Peranan Sosial Mahasiswa dan Pemuda di Masyarakat.

Mahasiswa memang menjadi komunitas yang unik di mana dalam catatan sejarah perubahan selalu menjadi garda terdepan dan motor penggerak perubahan . Mahasiswa di kenal dengan jiwa patriotnya serta pengorbanan yang tulus tanpa pamrih . Namun hanya sedikit rakyat Indonesia yang dapat merasakan dan punya kesempatan memperoleh perndidikan hingga ke jenjang ini karena system perekomian di Indonesia yang kapitalis serta biaya pendidikan yang begitu mahal sehingga kemiskinan menjadi bagian hidup rakyat ini . Dalam tulisan ini penulis memetakan ada ada empat peran mahasiswa yang menjadi tugas dan tanggung jawab yang akan di pikul .


Di lingkungan masyarakat, peranan pemuda sangatlah begitu penting. Dengan adanya pemuda di tengah” masyarakat, segala bentuk ide” kreatif tercipta. Kita sebagai pemuda haruslah bersifat aktif, baik di lingkungan pendidikan, kerja, ataupun masyarakat. Dan sudah sepatutnya kita” sebagai jiwa pemuda harus turut andil dalam pembangunan negri ini.

Karena pemuda-lah yang memiliki sifat patriotik sejati, pemilik idealisme, gelora, daya tahan dan daya juang yang kuat (fisik maupun mental). Generasi muda penuh semangat, mempunyai kekuatan energi penuh dengan sifat kreatif, kritis dan dinamis serta kepekaan yang tinggi pada masalah sosial secara murni. Demikianlah kodratnya sehingga pemuda mampu menjadi pelopor dan pemimpin.

Pembinaan dan Perkembangan Generasi Muda.

Pembangunan dibidang pendidikan, sebagaimana ditentukan da­lam Garis-garis Besar Haluan Negara, didasarkan atas falsafah negara Pancasila dan dlarahkann untuk membentuk manusia-manusia pemba­ngunan yang ber Pancasila dan untuk membentuk manusia Indonesia yang sehat jasmani dan rokhaninya, memiliki pengetahuan dan ketram- pilan, dapat mengembangkan kreatifitas dan tanggung jawab, dapat menyuburkan sikap demokrasi dan penuh tenggang rasa, dapat me-ngembangkan kecerdasan yang tinggi dan disertai budi pekerti yang luhur, mencintai bangsanya dan mencintai sesama manusia. sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang termaktub dalam Undang-Undang Dasar 1945.

Untuk mewujudkan pengembangan pendidikan dan ilmu penge­tahuan, diusahakan penambahan, fasilitas-fasilitas dengan prioritas yang tepat dan disesuaikan dengan kemampuan pembiayaan, baik yang bersumber dari Negara maupun dari masyarakat sendiri.
Hal ini diusahakan antara lain dengan menggariskan serang-kaian kebijaksanaan pokok sebagai berikut : ­

(1). Perluasan dan pemerataan kesempatan belajar berhubung de- ngan laju pertambahan kelompok-    kelompok usia anak didik dan lulusan yang berbakat yang mencari tempat di tingkat pendidikan yang lebih tinggi.

(2). Pemeliharaan dan peningkatan mutu pendidikan pada semua tingkat dan jenis pendidikan.

(3). Pengembangan sistim pendidikan yang lebih serasi (relevan) de­ngan pembangunan,

(4). Pemantapan pendidikan di luar sistim sekolah (pendidikan non formal) dan usaha-usaha pembinaan generasi muda.

(5). Pengembangan efektifitas dan efisiensi pengelolaan pendidikan sehingga dapat diandalkan untuk melaksanakan pembaharuan pendidikan.

Masalah-masalah Generasi Muda.

 Saat ini generasi muda khususnya remaja, telah digembleng berbagai disiplin ilmu. Hal itu tak lain adalah persiapan mengemban tugas pembangungan pada masa yang akan datang, masa penyerahan tanggung jawab dari generasi tua ke generasi muda. Sudah banyak generasi muda yang menyadari peranan dan tanggung jawabnya terhadap negara di masa yang akan datang. Tetapi, dibalik semua itu ada sebagian generasi muda yang kurang menyadari tanggung jawabnya sebagai generasi penerus bangsa.

Disatu pihak remaja berusaha berlomba2 dan bersaing dalam menimba ilmu, tetapi dilain pihak remaja berusaha menghancurkan nilai2 moralnya sebagai manusia. Hal ini sangat memprihatinkan bagi kita semua. Memang tingkah laku mereka hanyalah merupakan masalah kenakalan remaja, tetapu lama-kelamaan menuju suatu tindakan kriminalitas yang sangat meresahkan.

Pada umunya kenakalan remaja ini dilakukan oleh anak yang berumur antara 15-18 tahun. Masa remaja merupakan masa dimana sedang beralihnya masa anak2 menuju masa kedewasaan. Pada masa ini jiwa mereka masih labil dan mereka tidak memiliki pegangan yang pasti. Mereka berbuat sesuai dengan pikiran dan nalar, perbuatan itu mereka lakukan dalam mencari jati diri mereka sebenarnya.

Kenakalan remaja itu harus diatasi, dicegah dan dikendalikan sedini mungkin agar tidak berkembang menjadi tindak kriminal yang lebih besar yang dapat merugikan dirinya sendiri, lingkungan masyarakat dan masa depan bangsa.


Potensi-potensi Generasi Muda.

Potensi-potensi yang ada pada generasi muda perlu dikembangkan adalah :
a) Idealisme dan daya kritis
b) Dinamika dan kreatifitas
c) Keberanian mengambil resiko
d) Optimis kegairahan semangat
e) Sikap kemandirian dan disiplin murni
f) Terdidik
g) Keanekaragaman dalam persatuan dan kesatuan
h) Patriotisme dan nasionalisme
i) Sikap kesatria


Tujuan Pokok Sosialisasi.

• Individu harus diberi ilmu pengetahuan (keterampilan) yang dibutuhkan bagi kehidupan kelak di masyarakat.
• Individu harus mampu berkomunikasi secara efektif dan mengembangkan kemampuannya.
• Pengendalian fungsi-fungsi organic yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat.
• Bertingkah laku secara selaras dengan norma atau tata nilai dan kepercayaan pokok ada pada lembaga atau kelompok khususnya dan pada masyarakat umumnya.


Studi Kasus : -Masalah Pemuda dalam Masyarakat.

Dewasa ini, banyak sekali masalah-masalah yang menghantui para Pemuda di dalam Masyarakat seperti kurangnya rasa percaya diri/minder dalam mengutarakan pendapat di Masyarakat, Sukar Bergaul, dll. sedangkan dijaman yang sekarang ini tenaga dan pemikiran Pemuda Masyarakat sangat dibutuhkan untuk membangun masyarakat yang sejahtera.

Minggu, 31 Oktober 2010

Studentsite

Studentsite http://studentsite.gunadarma.ac.id/
Situs Mahasiswa atau yang dikenal dengan Studentsite adalah website yang digunakan oleh Mahasiswa Gunadarma. Salah satu fungsi Studentsite yaitu untuk mendapatkan informasi dari Universita Gunadarma maupun dari Dosen.

Adapun layanan-layanan yang diberikan oleh Studentsite, yaitu :

1. Locker
Layanan ini digunakan untuk melihat berbagai informasi yang diberikan oleh BAAK, Kalender Akademik    dan Mahasiswa juga dapat melihat tugas-tugas yang diberikan Dosen melalui menu layanan “Lecture Message” serta dapat mengakomodasi tulisan melalui menu layanan “Tulisan (UG Portofolio)” dan tugas melalui menu layanan “Tugas (UG Portofolio)”

2.Email
Layanan ini digunakan untuk mengirim pesan, fitur ini mempunya kapasitas 100mb dan menyediakan layanan yaitu filtering,manage folder,dll.

3.Kalender
Digunakan untuk mengatur jadwal.

4.AddressBook
Fitur yang digunakan untuk menyimpan Nomor Handphone/Telephone, E-mail, dan data-data lain seperti Contact.

5.File Manager
Digunakan untuk mengelola data/file.

6.Forum
Fitur ini dibuat agar Mahasiswa dapat saling berkomunikasi dengan sesame Mahasisa Universitas Gunadarma.

Studentsite mempunyai kekurangan yang membuat situs ini tidak dapat selalu diakses (serverdown). Situs ini juga dapat digunakan untuk medukung KBM, yaitu :

· Informasi Jadwal Kuliah dan Ujian

· Informasi atau Tugas dari Dosen

· Daftar Nilai Sementara (DNS)

Selain itu, USER ID dan Password pada Studentsite ini dapat digunakan untuk mengakses layanan ICT lainnya yaitu UG-Hotzone, Internet Lounge, Integrated Lab, Career Center dan E-Learning Center.

Sabtu, 30 Oktober 2010

Gerakan Peluru dan Gerakan Melingkar

Kelompok 1 kelas 1KB02

Alfin Ramadhan ( 20110545 )
Mustaqiem Firma ( 24110872 )
Jamal Firdaus ( 29110396)
Raimawan Nuraga ( 25110595 )
Rizky Pratama Putra Perkasa ( 26110185 )

Link di bawah ini untuk mendownload Materi Fisika Gerak melingkar.
Klik Disini

Link di bawah ini untuk mendownload Materi Fisika Gerak Proyektil (Peluru).
Klik Disini

Selasa, 19 Oktober 2010

Individu, Keluarga dan Masyarakat

Individu.
Dalam ilmu sosial individu merupakan bagian terkecil dari kelompok masyarakat yang tidak dapat dipisah lagi menjadi bagian yang lebih kecil. Individu berasal dari kata latin individuum yang artinya tidak terbagi. Individu menekankan penyelidikan kepada kenyataan-kenyataan hidup yang istimewa dan seberapa mempengaruhi kehidupan manusia. Individu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tidak dapat dibagi, melainkan sebagi kesatuan yang terbatas, yaitu sebagai manusia perseorangan.

Individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan khas di dalam lingkungan sosialnya,malainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya. Terdapat tiga aspek yang melekat sebagai persepsi terhadap individu, yaitu aspek organik jasmaniah, aspek psikis-rohaniah, dan aspek-sosial yang bila terjadi kegoncangan pada suatu aspek akan membawa akibat pada aspek yang lainnya. Individu dalam tingkah laku menurut pola pribadinya ada 3 kemungkinan: pertama menyimpang dari norma kolektif kehilangan individualitasnya, kedua takluk terhadap kolektif, dan ketiga memengaruhi masyarakat.

Keluarga. 
Keluarga berasal dari bahasa Sansekerta: kula dan warga "kulawarga" yang berarti "anggota" "kelompok kerabat". Keluarga adalah lingkungan di mana beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah, bersatu.Keluarga inti ("nuclear family") terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anak mereka.


Ada delapan fungsi keluarga yang digaris bawahi oleh ulama dan cendikia, yang kemudian dirumuskan dalam Peraturan Pemerintah No. 21, 1994, yaitu fungsi:
[*] keagamaan
[*] sosial budaya
[*] cinta kasih
[*] melindungi
[*] reproduksi
[*] sosialisasi dan pendidikan
[*] ekonomi
[*] pembinaan lingkungan

Fungsi keluarga merupakan suatu tempat di mana anak berinteraksi sosial dengan orangtua yang paling lama, sehingga upaya pencegahan yang utama difokuskan pada keluarga kemudian sekolah. Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas bapak, ibu, anak dan lain-lain (kakek, nenek, dan sebagainya) yang hidup di bawah satu atap dan saling berhubungan.

Masyarakat.
Masyarakat merupakan salah satu satuan sosial sistem sosial, atau kesatuan hidup manusia. Istilah inggrisnya adalah society, sedangkan masyarakat itu sendiri berasal dari bahasa Arab Syakara yang berarti ikut serta atau partisipasi, kata Arab masyarakat berarti saling bergaul yang istilah ilmiahnya berinteraksi. Ada beberapa pengertian masyarakat :
a. Menurut (Selo Sumarjan 1974) masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama yang menghasilkan          kebudayaan.
b. Menurut (Koentjaraningrat 1994) masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut         suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat kontinyu dan terikat oleh suatu rasa identitas yang sama.
c. Menurut (Ralph Linton 1968) masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang hidup dan bekerja sama     dalam waktu yang relatif lama dan mampu membuat keteraturan dalam kehidupan bersama.
Makna Masyarakat.
1. Oleh M.J Herskovist : Masyarakat adalah kelompok individu yang di organisasikan dan mengikuti satu cara hidup tertentu
2. Oleh hasan Shadily : Masyarakat adalah golongan besar atau kecil dari beberapa manusia dengan atau karena sendirinya, bertalian secara golongan dan mempuntai pengaruh kebatinan satu sama lain.


Masyarakat non Industri.
Kita telah tahu secara garis besar bahwa , kelompok nasional atau organisasi kemasyarakatan non industri dapat digolongkan menjadi dua golongan, yaitu kelompok primer (primary group) dan kelompok sekunder (secondary group).
1. Kelompok primer
Dalam kelompok primer, interaksi antar anggota terjalin lebih intensif, lebih erat, lebih akrab. Dikarenakan para anggota kelompok sering berdialog, bertatap muka, sehingga mereka mengenal lebih dekat, lebih akrab. Dalam kelompok-kelompok primer bercorak kekeluargaan dan lebih berdasarkan simpati. Pembagian kerja atau pembagian tugas pada kelompok menerima serta menjalankan tugas tidak secara paksa, lebih dititik beratkan pada kesadaran, tanggung jawabpara anggota dan berlangsung atas dasar rasasimpati dan secara sukarela.
Contoh-contoh kelompok primer, antara lain :keluarga, rukun tetangga, kelompok belajar,kelompok agama, dan lain sebagainya.

2. Kelompok Sekunder. 
Antara anggota kelompok sekunder, terpaut saling hubungan tak Iangsung, formal, juga kurang bersifat kekeluargaan. Oleh karen yaitu, sifat interaksi, pembagian kerja, pembagian kerja antaranggota kelompok di atur atas dasar pertimbangan-pertimbangan rasional, obyektif.
Para anggota menerima pembagian kerja/pembagian tugas atas dasar kemampuan; keahlian tertentu, di samping dituntut dedikasi. Hal-hal semacam itu diperlukan untuk mencapai target dan tujuan tertentu yang telah di flot dalam program-program yang telah sama-sama disepakati. Contoh-contoh kelompok sekunder, misalnya : partai politik, perhimpunan serikat kerja/serikat buruh, organisasi profesi dan sebagainya. Berlatar belakang dari pengertian resmi dan tak resmi, maka tumbuh dan berkembang kelompok formal (formal group) atau lebih akrab dengan sebutan kelompok resmi, dan kelompok tidak resmi (informal group). Inti perbedaan yang terjadi adalah : Kelompok tidak resmi (informal group) tidak berstatus resmi dan tidak didukung oleh Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah tangga (ART) seperti yang lazim berlaku pada kelompok resmi.
Namun demikian, kelompok tidak resmi juga mempunyai pembagian kerja, peranan-peranan serta hirarki tertentu, norma-norma tertentu sebagai pedoman tingkah laku para anggota beserta konvensi-konvensinya. Tetapi hal ini tidak dirumuskan secara tegas dan tertulis seperti pada kelompok resmi (W.A. Gerungan, 1980 : 91).
Contoh : Semua kelompok sosial, perkumpulan-perkumpulan, atau organisasi-organisasi kemasyarakatan yang memiliki anggota kelompok tidak resmi.

Masyarakat Industri.
Durkheim mempergunakan variasi pembangian kerja sebagai dasar untuk mengklasifikasikan masyarakat, sesuai dengan taraf perkembangannya. Akan tetapi is lebih cenderung mempergunakan dua taraf klasifikasi, yaitu yang sederhana dan yang kompleks. Masyarakat-masyarakat yang berada di tengah kedua eksterm tadi diabaikannya (Soerjono Soekanto, 1982 : 190).
Jika pembagian kerja bertambah kompleks, suatu tanda bahwa kapasitas masyarakat semakintinggi. Solidaritas didasarkan pada hubungan saling ketergantungan antara kelompok-kelompok masyarakat yang telah men2enal pengkhususan.Otonomi sejenis, juga menjadi ciri daribagian/ kelompok-kelompok masyarakat industri. Otonomi sejenis dapat diartikan dengan kepandaian/keahlian khusus yang dimiliki seseorang secara mandiri, sampai pada batas-batas tertentu.
Contoh-contoh : tukang roti, tukang sepatu,tukang bubut, tukang las, ahli mesin, ahli listrik dan ahli dinamo, mereka dapat bekerja secara mandiri. Dengan timbulnya spesialisasi fungsional, makin berkurang pula ide-ide kolektif untuk diekspresikan dan dikerjakan bersama. Dengan demikian semakin kompleks pembagian kerja, semakin banyak timbul kepribadian individu. Sudah barang tentu masyarakat sebagai keseluruhan memerlukan derajat integrasi yang serasi. Akan tetapi hanya akan sampai pada batas tertentu, sesuai dengan bertambahnya individualisme.

Pertumbuhan. 
Pertumbuhan adalah bertambah jumlah dan besarnya sel diseluruh bagian tubuh yang secara kuantitatif dapat diukur, faktor-Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan, yaitu:
1. Faktor Herediter : Seks (jenis kelamin) dan ras ( Barat dan Asia).
2. Faktor Lingkungan :
a. Lingkungan Pranatal : Lingkungan dalam kandungan, mulai dari konsepsi sampai lahir. Misalnya gisi ibu waktu hamil, posisi janin dalam uterus, penggunaan obat- obatan , kebiasaan merokok.
b. Lingkungan Postnatal : lingkungan setelah anak lahir. Misal : Nutrisi, statussosial ekonomi,kultur,iklim/cuaca, olahraga,posisi anak dalam keluarga dan status kesehatan.
3. Faktor Hormon
a. H. Somatotropin (G.H) : mempengaruhi pertumb TB dengan menstimulasi terjadinya proliferasi sel kartilago dan sistem skeletal. (gigantisme)
b. H. tiroid : menstimulasi metabolisme tubuh ( kreatinisme).
c. H. Estrogen: mempengaruhi pertumbuhan sex.
4. Pelayanan kesehatan yang ada disekitar lingkungan.
a. Anak diharapkan dapat terkontrol perkemangannnya dan jika ada masalah dapat segera di ketahui dan dipecahkan.





Studi Kasus :
Manusia adalah makhluk sosial yang saling ketergantungan, Kita sebagai manusia pertama kali berinteraksi dengan keluarga hingga kita dibesarkan dan dirawat untuk melatih mental dan fisik kita saat nanti akan berhadapan dengan dunia luar atau ber-Masyarakat.

Sumber :

http://pakguruonline.pendidikan.net/ 
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/
http://digg.com/news/lifestyle/
http://peperonity.com/
http://www.gemari.or.id/
http://arbip.blogspot.com/

Selasa, 05 Oktober 2010

Penduduk, Masyarakat dan Kebudayaan

Piramida Penduduk.
 
Piramida Penduduk adalah dua buah diagram batang, pada satu sisi menunjukkan jumlah penduduk laki-laki dan pada sisi lainnya menunjukkan jumlah penduduk perempuan dalam kelompok interval usia penduduk lima tahunan. Penduduk laki-laki biasanya digambarkan di sebelah kiri dan penduduk wanita di sebelah kanan.

Piramida Penduduk dibedakan menjadi tiga macam yaitu :
1. Piramida Muda : menunjukkan jumlah penduduk usia muda lebih banyak dari pada usia dewasa maupun tua, sehingga pertumbuhan penduduk sangat tinggi, contohnya: Indonesia, Filipina, Mesir, Nigeria, Brazil.
2. Piramida Tetap/Stasioner : menunjukkan jumlah usia muda hampir sama dengan usia dewasa, sehingga pertumbuhan penduduk kecil sekali, contohnya: Amerika Serikat, Belanda, Norwegia, Finlandia.
3. Piramida Tua : menunjukkan jumlah penduduk usia tua lebih besar dari pada usia muda, jumlah penduduk mengalami penurunan, contohnya: negara-negara yang baru dilanda perang.



Persebaran Penduduk.

Persebaran atau distribusi penduduk adalah bentuk penyebaran penduduk di suatu wilayah atau negara, apakah penduduk tersebut tersebar merata atau tidak.

Kepadatan penduduk adalah angka yang menunjukkan jumlah rata-rata penduduk pada setiap Km2 pada suatu wilayah negara.



Faktor-faktor yang mempengaruhi penyebaran dan kepadatan penduduk tiap-tiap daerah atau negara sebagai berikut:
1. Faktor Fisiografis
2. Faktor Biologis
3. Faktor Kebudayaan dan Teknologi

Rasio Ketergantungan Penduduk

Rasio Ketergantungan (Dependency Ratio) adalah perbandingan antara jumlah penduduk berumur 0-14 tahun, ditambah dengan jumlah penduduk 65 tahun keatas dibandingkan dengan jumlah penduduk usia 15-64 tahun. Rasio ketergantungan dapat dilihat menurut usia yakni Rasio Ketergantungan Muda dan Rasio Ketergantungan Tua.
Rasio Ketergantungan Muda adalah perbandingan jumlah penduduk umur 0-14 tahun dengan jumlah penduduk umur 15 – 64 tahun.
Rasio Ketergantungan Tua adalah perbandingan jumlah penduduk umur 65 tahun ke atas dengan jumlah penduduk di usia 15-64 tahun.








Di Indonesia banyak beberapa kota yang sudah berkembang pesat layaknya Jakarta dan sekitarnya, tidak heran masalah yang timbul seperti kemacetan lalu lintas, pencemaran udara dan air, bertambah banyaknya pemukiman kumuh, dan tingkat kejahatan yang semakin lama semakin meningkat.
Oleh karena itu, dalam pemecahan masalah ini harus diketahui apa dan bagaimana strategi yang harus digunakan bagi masing-masing kota yang berkembang.
Salah satunya adalah persebaran penduduk di Indonesia, persebaran penduduk di beberapa wilayah seperti Urbanisasi, Transmigrasi, dll. sangat berperan penting dalam menjaga negara kita kedalam negara yang "DAMAI dan SEJAHTERA"


Sumber : http://www.datastatistik-indonesia.com/

Selasa, 28 September 2010

ISD Sebagai Salah Satu MKDU

Point-point penting: 
1. menjelaskan tujuan pendidikan umum di perguruan tinggi 
2. menjelaskan 3 kemampuan yang diharapkan dihasilkan dari lulusan pendidikan tinggi 
3. menjelaskan latar belakang diberikannya ISD 
4. mahasiswa dapat menjelaskan pengertian ISD 
5. menyebutkan tujuan ISD 
6. menyebutkan 3 kelompok ilmu pengetahuan 
7. menjelaskan pengertian masalah sosial 
8. memberikan contoh masalah sosial

 
1. Tujuan pendidikan umum di perguruan tinggi

Pendidikan umum merupakan pendidikan yang mengutamakan perluasan

pengetahuan dan peningkatan keterampilan peserta didik dengan pengkhususan

yang diwujudkan pada tingkat-tingkat akhir masa pendidikan. Pendidikan

kejuruan merupakan pendidikan yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat

bekerja dalam bidang tertentu. Pendidikan umum mensosialisasikan nilai dalam

rangka konsensus nilai. Karakteristik pendidikan umum adalah tujuannya lebih

menyangkut moralitas dan penyikapan, bahan ajar berupa nilai-nilai, dan metode

yang dipakai menuntut pelibatan emosi, intelektualitas, dan sosial pembelajar.

Terdapat sejumlah literature yang mempersoalkan kelayakan pendidikan ilmu

dalam berbagai bentuknya (Hall & Kevies, 1982) dan yang lain yakin bahwa

asumsi Pendidikan Umum perlu mendapat kritik radikal (Lousi, 1981).

(sumber: Agus Salam Rahmat)
 
 
2. Kemampuan yang diharapkan dari lulusan pendidikan tinggi.

- Mahasiswa memiliki kesiapan untuk menekuni dunia kerja.
 
- Mahasiswa bisa mengerti dan memahami prinsip filsafaat ilmu

sebagai landasan mengerti dan memahami berbagai fenomena sosial

kontemporer.

- Mahasiswa mampu memahami berbagai konsep ilmu sosial yang

akan digunakan sebagai instrumen memetakan segala problematika

sosial kemasyarakatan.

(sumber: Purwo Santoso, Ph.D dan Drs. Bambang Purwoko, M.A)


 
3. Latar belakang diberikannya ISD.

Salah satu diberikannya Ilmu Sosial Dasar adalah banyaknya kritik

yang ditunjukkan pada sistem pendidikan di perguruan tinggi bahwa sistem

pendidikan yang diberikan masih berbau kolonial dan warisan sistem pendidikan

pemerintah Belanda. Yang pendidikannya bertujuan untuk menghasilkan tenaga

yang terampil untuk menjadi tukang yang mengisi birokrasi mereka. Sistem

pendidikannya masih tidak mengenali dimensi – dimensi lain di luar disiplin

keilmuannya. Perguruan tinggi dianggap seolah – olah tidak peka terhadap

lingkungan sekitarnya sertak perkembangan masyarakat.

 
4. Pengertian dari ISD.

Mata kuliah Ilmu Sosial Dasar (ISD) merupakan mata kuliah analisis

atas aneka fenomena sosial masyarakat dengan segala dinamika dan implikasinya

dari sudut pandang kajian dasar falsafah keilmuan. Manusia sebagai makhluk

sosial tentu tidak mungkin bisa memisahkan hidupnya dengan manusia lain. Sudah

bukan rahasia lagi bahwa segala bentuk kebudayaan, tatanan hidup, dan sistem

kemasyarakatan terbentuk karena interaksi dan benturan kepentingan antara satu

manusia dengan manusia lainnya. Sejak zaman prasejarah hingga sejarah, manusia

telah disibukkan dengan keterciptaan berbagai aturan dan norma dalam kehidupan

berkelompok mereka. Dalam kelindan berbagai keterciptaan itulah ilmu

pengetahuan terbukti memainkan peranan signifikan.

(sumber: Purwo Santoso, Ph.D dan Drs. Bambang Purwoko, M.A)

 
5. Tujuan ISD.

Ilmu Sosial Dasar Bertujuan membantu perkembangan wawasan pemikiran

dan kepribadian agar memperoleh wawasan pemikiran yang lebih luas.

(sumber: Mukhlish Muchad Fuadi: 3rd Semester 2007) 
 


 
 
6. Kelompok-Kelompok Ilmu Pengetahuan

Ilmu pengetahuan dapat dikelompokan melalui beberapa cara. Secara umum

ilmu pengetahuan dikelompokan menjadi tiga yaitu ilmu pengetahuan alam, ilmu

pengetahuan sosial, dan ilmu pengetahuan budaya atau lebih umum disebut ilmu

pengetahuan humaniora. Pengelompokan ilmu pengetahuan ini yang mendasari

pengembangan Ilmu Alamiah Dasar, Ilmu Sosial Dasar, dan Ilmu Budaya Dasar

sebagai matakuliah dasar umum yang wajib diambil oleh mahasiswa di samping

matakuliah dasar umum lainnya seperti Agama, Pancasila, dan Kewiraan. Matakuliah

Ilmu Sosial Dasar bukanlah merupakan suatu disiplin ilmu tetapi lebih merupakan

kajian yang sifatnya multi atau interdisipliner. Ilmu Sosial Dasar diajarkan

untuk memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum kepada mahasiswa tentang

konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji gejala-gejala sosial yang terjadi

di sekitamya. Dengan demikian, diharapkan mahasiswa dapat memiliki kepekaan sosial

yang tinggi terhadap lingkungan sosialnya. Dengan kepekaan sosial yang dimilikinya,

mahasiswa diharapkan memiliki kepedulian sosial dalam menerapkan ilmunya di masyarakat.



7. Pengertian Masalah Sosial

Masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara

unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial.

Jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan

sosial seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat.

Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai

dalam masyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat menjadi sumber masalah sosial

yaitu seperti proses sosial dan bencana alam. Adanya masalah sosial dalam masyarakat

ditetapkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan khusus seperti tokoh masyarakat,

pemerintah, organisasi sosial, musyawarah masyarakat, dan lain sebagainya.

(sumber: Soejono Soekanto)

 
8. Contoh-Contoh Masalah Sosial

Masalah sosial dapat dikategorikan menjadi 4 (empat) jenis faktor, yakni antara lain : 
 
- Faktor Ekonomi : Kemiskinan, pengangguran, dll. 
 


- Faktor Budaya : Perceraian, kenakalan remaja, dll.


- Faktor Biologis : Penyakit menular, keracunan makanan, dsb.


- Faktor Psikologis : penyakit syaraf, aliran sesat, dsb.


(sumber: Soejono Soekanto)

Menurut dari beberapa sumber yang sudah saya rangkum sedemikian rupa Ilmu Sosial Dasar memang layak atau pantas untuk dijadikan Mata Kuliah Dasar Umum, karena Ilmu Sosial Dasar membantu kita menjadi orang yang aktif, positif, intelectual, disiplin dsb. sehingga dapat disalurkan ke dunia kerja yang akan kita jalani nanti.